Laman

Kamis, 02 Juni 2011

PARA DEWI PENGHIDUPAN BUMI


Kisah kelahiran Padi I ... (Sri Pohaci Long Kencana ~ versi Sunda)


 
FOTO DARI: AGUNG PAMBUDI
Pada suatu zaman, tersebutlah sebuah taman indah nan damai yaitu “Taman Sorga Loka”. Ditempat tersebut berdiam seseorang yang bernama “Sunan Ibu” yang sedang menunggu kehadiran “Dewi Sri Pohaci Long Kancana”. Dewi Sri melaporkan bahwa di di suatu tempat di muka bumi yang bernama “Buana Panca Tengah” belum terdapat “Cihaya” berupa sesuatu kebutuhan hidup umat manusia. Mendengar hal tersebut, Sunan Ibu memerintahkan agar Dewi Sri berangkat ke Buana Panca Tengah.

Dewi Sri tidaklah berkeberatan untuk berangkat ke Buana Panca Tengah asalkan kepergiannya ditemani “Eyang Prabu Guruminda”. Permohonan Dewi Sri pun dikabulkan oleh Sunan Ibu.Sebelum berangkat meninggalkan Sorga Loka, Eyang Prabu Guruminda duduk bersemedi memohon petunjuk Hiang Dewanata. Setelah selesai semedi dan memperoleh petunjuk, dengan kesaktiannya yang hanya dalam waktu sekejap, wujud Dewi Sri berubah bentuk menjadi sebuah telur.

Setelah semua persiapannya selesai, maka berangkatlah Eyang Guruminda mengiring Dewi Sri dengan tujuan Negara Buana Panca Tengah. Dewi Sri yang berwujud sebagai telur, disimpan dalam sebuah kotak bernama “Cupu Gilang Kencana”. Prabu Guruminda setelah beberapa lama terbang ke setiap penjuru utara-selatan-barat-timur yang pada akhirnya pada suatu ketika Cupu Gilang Kencana terbuka dan “telur” di dalamnya pun terjatuhlah.

Sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, telur tersebut jatuh di suatu tempat yang mana tempat itu dihuni oleh “Dewa Anta”. Dewa Anta yang mengetahui di tempat bersemayamnya ada telur, maka telur itu pun dipelihara nya. Setelah beberapa waktu lamanya, telur tersebut menetas dan lahirlah seorang putri yang sangat cantik yang tiada lain adalah Dewi Sri.

Dalam kedewasaannya dengan paras yang sangat cantik, maka tersiar berita ke seluruh negri akan kecantikan dan sang putri, dan berdatanganlah raja-raja kerajaan dengan maksud akan meminangnya sang putri untuk dijadikan permaisuri.

Dewi Sri memperoleh pinangan dari para raja, tetapi Dewi Sri tidak merasa senang karena bila ia menerima pinangan berarti ia telah mengingkari tugas dibebankan kepadanya. Kepada setiap raja pun telah dijelaskan bahwa maksud kelahirannya itu bukan semata-mata untuk mencari bakal suami, namun untuk melaksanakan tugas dari Sunan Ibu di Taman Sorga Loka yaitu untuk menganugerahkan “CIHAYA” kepada negara gelar Buana Panca Tengah.

Namun, walaupun penjelasan telah disampaikan, pinangan terus-menerus berdatangan dan oleh karenanya pada akhirnya Dewi Sri menderita tekanan bathin dan jatuh sakit. Semakin lama, sakit yang di derita Dewi Sri semakin parah dan tibalah suatu saat Sang Putri menyampaikan amanat terakhir “Bila tiba saat aku meninggal dan bila kelak aku sudah disemayamkan, akan terdapat suatu keanehan-keanehan pada pusaraku”. Dan akhirnya dengan kehendak yang Maha Kuasa, Dewi Sri pun meninggal dunia.

Benarlah apa yang diamanatkan oleh Sang putri akhirnya menjadi kenyataan. Dikisahkan pada suatu hari, ada kakek-nenek yang sedang mencari kayu bakar dan sekedar mencari bahan makanan untuk bekal hidupnya berdua.

Suatu ketika kakek dan nenek mendapatkan sebuah pusara yang telah ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang belum pernah ditemui dan dilihatnya selama ini. Pada bagian kepala tumbuh pohon kelapa, pada bagian tangan tumbuh pohon buah-buahan, pada bagian kaki tumbuh pohon ubi, sedangkan pada bagian tubuhnya tumbuh pohon aren (enau=gula) dan suatu tumbuhan yang sangat aneh dan belum pernah selama ini kakek dan nenek menemukannya, dan baru kali ini melihatnya. Adalah serangkai tumbuhan berdaunan bagus berbuah masih hijau berbulu bagus pula.

Maka muncul niat kakek-nenek untuk memelihara tumbuhan aneh tersebut dan dibersihkannya pusara dan sekitar tumbuhan tersebut. Demikian dari hari ke hari minggu ke minggu dengan penuh kesabaran dan ketekunan tumbuhan itu dipeliharanya. Tak terasa waktu berjalan terus hingga menjelang bulan ke 5, buah yang hijau tadi telah penuh berisi, sehingga buah yang setangkai itu merunduk karena beratnya. Dengan penuh kesabaran dan keyakinan lagi pula ingin mengetahui sampai di mana dan apa sebenarnya tumbuhan yang aneh itu. Setelah beberapa lama menjelang bulan ke 6 ditengoknya kembali tumbuhan tersebut dan ternyata butir-butir buah tadi berubah menjadi menguning dan sangat indah nampaknya.

Setelah keduanya termenung maka timbullah niat untuk memetiknya. Sebelum dipetik buah tadi dicicip terlebih dahulu dan ternyata isinya putih dan terasa manis. Kakek dan nenek menyiapkan dupa beserta apinya untuk membakar kemenyan untuk memohon izin kepada “Hiang Widi”. Selesai upacara membakar kemenyan, ditebaslah tumbuhan yang dimaksud dan alangkah terkejutnya kakek dan nenek itu karena pada tangkai yang dipotong tadi mengeluarkan cairan bening serta harum, namun bagi kakek dan nenek tidaklah menjadi penyesalan karena disadarinya bahwa kejadian ini sudah menjadi kehendak yang kuasa.

Namun timbul kemudian niatnya untuk menanamnya kembali, dan butir-butir buah tadi ditanamnya kembali sekitar pusara Dewi Sri. Keajaibannya pun terjadi kembali karena dengan seketika itu pula butir-butir tadi tumbuh dan sudah berbuah kuning pula. Kakek dan nenek langsung menebasnya dan seketika itu pulalah ditaburkannya butir-butir kuning itu demikian terus kejadian itu terulang sehingga terkumpullah ikatan butir-butir buah kuning banyak sekali.

Atas kejadian ini kakek dan nenek menjadi bingung karenanya, memperoleh hasil sangat berlimpah dalam waktu sekejap. Dari asal buah setangkai. Lagi pula apa yang mereka miliki belum tahu apa dan buah apa gerangan terlebih namanya pun belum ada.

Demikian, karena kakek dan nenek dalam kebingungan bahkan belum mendapat keputusan untuk memberinya nama. Sehingga tiba-tiba nenek mengusulkan bahwa berhubung kakek dan nenek selalu bingung tidak bisa ada keputusan dan sukar untuk memilih, yang dalam bahasa Sunda disebut “paparelean”, maka disebutlah buah itu dengan nama “Pare” (padi).

Demikian lah akhir cerita ini. Hingga sekarang di tatar Sunda yang dimaksud sebagai Nagara Buana Panca Tengah, hingga kini tumbuhan serta buahnya yang dimaksud disebut “PARE”, yang merupakan cita-cita Dewi Sri Pohaci Long Kancana untuk kelengkapan hidup yang disebut “CIHAYA”. Karenanya orang-orang selalu menyebut Dewi Padi adalah Dewi Sri.




FOTO KIRIMAN ABY AIRBYON

DEWI SRI VERSI 2 JAWA

Dewi Sri dan Raden Sadhana adalah kakak beradik. Karena mereka tidak mau tinggal di kraton, maka oleh ayahandanya Prabu Purwacarita mereka dikutuk, Dewi Sri menjadi ular sawah dan Raden Sadhana menjadi burung Sriti. Kemudian mereka pergi entah kemana. Perjalanan dewi sri atau ular sawah lebih banyak halangan daripada raden Sadhana sebagai burung Sriti . Akhirnya Ular sawah sampai di negeri wirata, berhenti sebentar didusun Wasutira lalu tidur melingkar ditengah-tengah padi. Didusun Wasutira inilah Ular sawah diletakkan di Petanen. Ular sawah itu nantinya akan menjaga bayi yang dikandung oleh Ken Sanggi atau istri dari Kyai Brikhu, sebab bayi yang dikandung itu adalah titisan Dewi Tiksnawati.

Apabila ular itu mati , maka bayi itu juga akan mati. Demikianlah pada malam hari Ken Sanggi melahirkan anak perempuan dengan selamat. Maka Kyai Brikhu dalam memelihara ular sawah itu sangat berhati-hati jangan sampai mati. Sewaktu Kyai Brikhu tertidur , ular sawah itu seakan-akan berkata agar jangan diberi makan katak melainkan sesaji berupa sirih ayu, bunga serta lampu yang menyala terus. Setelah kyai Brikhu terbangun dari tidur langsung menyiapkan sesaji seperti apa yang diminta ular sawa tadi. Dewi Tiksnawati yang menitis pada tubuh bayi itu membuat huru hara di tempat kediaman dewa-dewa karena Dewi Tiksnawati tanpa memberi tahu atau ijin dari Sang Hyang Jagadnata.

Sang Hyang Jagadnata menjadi murka dan mengutus para dewa untuk memberi bancana pada sang Bayi. Akan tetapi gagal karena kena pengaruh tolak bala yang diberi kan Kyai Brikhu dari Ular sawa tadi. Setelah beberapa kali gagal tahulah Sang Hyang Jagadnata bahwa semua itu berasal dari Dewi Sri. Kemudian Sang Hyang Jagadnata atau Batara Guru mengutus para bidadari untuk memanggil Dewi Sri.

Dia akan dijadikan bidadari untuk melengkapi bidadari yang ada dikhayangan. permintaan Sang Hyang Jagadnata diterima oleh Dewi Sri, akan tetapi ia mohon agar Raden Sadhana yang dikutuk menjadi burung Sriti agar dapat diruwat menjadi manusia kembali. Ternyata Raden Sadhana telah diruwat menjadi manusia oleh Bagawan Brahmana Marhaesi putra dari Sang Hyang Brahma. Kemudian Raden Sadhana dikimpoikan dengan putri yang bernama Dewi Laksmitawahni. Apabila telah berputra, Raden Sadhana akan diangkat menjadi dewa. Kemudian ular sawa diruwat menjadi Dewi Sri kembali oleh para bidadari.

Sepeninggal para bidadari, Kyai Brikhu ketika tengah membersihkan petanen terkejut melihat ular sawa lenyap. Yang ada hanya seorang wanita cantik. Kyai Brikhu akhirnya tau bahwa Dewi Sri adalah putri dari Prabu Mahapunggung dinegeri Purwacarita. Sebelum Dewi Sri meninggalkan Kyai Brikhu dan keluarganya dia berpesan agar memberikan sesajen didepan petanen atau kamar tengah agar sandang pangannya tercukupi.setelah itu Dewi Sri moksa dan juga Raden Sadhana kembali ke khayangan. Itulah sebabnya pada sethong tengah pada rumah jawa selalu diberi gambar ular naga sebagai lambang kewanitaan. Yaitu Dewi Sri yang memberikan kemakmuran. Para petani apabila ada ular sawah masuk kedalam rumah dijadikan pertanda bahwa sawahnya akan diberikan hasil yang baik. atau banyak rejeki. Karenanya mereka tidak mau mengganggu ular sawah dan memberi sesaji.

foto: Agung Pambudi

Saya hanya ingin jadi terang dunia

Kisah Mahabarata - Perkawinan Shantanu dan Gangga

Kisah ini dimulai pada abad di mana Raja Dinasti Kuru, keturunan ras bulan, memerintah kerajaan Hastinapura. Shantanu, putra Praterpa adalah seorang raja yang besar. Dia telah menikahi Gangga. Gangga bersedia dan setuju menikah dengan Shantanu dengan bahwa Shantanu tidak boleh mengajukan pertanyaan apa pun tentang apa yang Gangga lakukan. Raja Shantanu pun berjanji untuk menaati syarat ini.Gangga itu sangat cantik. Singkatnya, sebagai ratu dia sangat ideal. Shantanu dan Gangga juga sangat mencintai satu sama lain. Waktu berlalu sangat cepat. Hari dan bulan berlalu. Gangga dikaruniai seorang putra dan raja pun sukacita luar biasa. Ketika raja mengunjungi kamar ratu, para pelayan memberitahunya bahwa ratu telah pergi ke tepi sungai Gangga dengan anak baru lahir. Ketika ia sampai di tepi sungai, ia melihat dengan kengerian saat anak itu telah dilemparkan di Sungai Gangga oleh ratu. Tetapi karena terikat oleh janjinya, ia tidak bisa bertanya kepada Ratu Gangga, kenapa dia bertindak sedemikian rupa mengerikan. Dengan sangat terpukul, ia kembali ke istana dan memulai kehidupan dengan Ratu Gangga seperti biasa.Di tahun-tahun kemudian, Ganga melahirkan enam anak lagi dan melemparkan mereka semua di sungai Gangga. Raja merasa dirugikan atas tindakan Gangga dan juga kehilangan ketenangan pikirannya. Gangga hamil lagi, anak raja ke delapan dan keinginan Raja untuk mendapatkan pengganti sudah menjadi terlalu kuat. Dia terus mencermati ratu. Ketika anak lahir, ratu lagi berangkat tepi sungai. Raja menangkapnya dan memintanya untuk menyisakan anak itu. Tapi Gangga mengingatkan raja pada janjinya bahwa dia tidak akan pernah mempertanyakan tindakannya. Kali ini raja yang dilanda kesedihan tak bisa menahan diri dan mencegah Gangga ketika akan membuang anak kedelapannya di sungai Gangga.

Gangga mengatakan bahwa dia tidak bisa lagi hidup dengan raja. Atas semua permohonan raja, ratu berkata, “Tuanku, saya adalah Gangga, Sang Sungai itu sendiri. Sekarang waktunya telah tiba bagi saya untuk pergi, langit dan dewa-dewa telah memutuskanbegitu.. Aku harus pergi.”
Raja dengan rasa kesedihan yang amat sangat meminta Gangga untuk tetap bersama dirinya, apalagi dengan semua cinta yang mereka rasakan satu sama lain. Dia sekali lagi memintanya untuk tinggal kembali. 
 Kemudian Gangga dengan air mata di matanya menceritakan kisah anehnya. 
Dia berkata, “Saya adalah Gangga dan aku milik langit. Pada kelahiran sebelumnya, Anda adalah seorang raja besar bernama Mahabhisakh, dan di depan pelataran istana Dewa Indra Anda melihat dan jatuh cinta dengan saya. Saya juga demikian, sangat inginkan Anda menjadi suami saya. Akibatnya, para dewa marah dan mereka mengutuk aku dilahirkan di bumi dan menjadi istri Anda. Anak-anak yang lahir dari saya adalah para Vasu. Mereka yang juga dikutuk, untuk lahir di bumi. Mereka memohon saya untuk menjadi ibu mereka di sini dan meminta bahwa saya harus membunuh mereka di kelahiran mereka sehingga mereka bisa bebas dari kehidupan duniawi mereka di awal. Tujuh dari anak kita telah tewas dan menjadi bebas dari kutukan mereka. Tapi Vasu ke delapan akan menghabiskan waktu lebih lama di bumi sesuai dengan kutukan. Karena itu, ia telah diizinkan untuk hidup. Jangan bersedih Tuhanku, ketetapan dari dewa tidak bisa dibatalkan.”Dia berkata lagi, “Tuanku telah mengijinkan saya untuk mengambil anak ini, maka saya akan mengambil resikonya, dan menjaga segala kemungkinan agar dia dan nanti pada waktu yang tepat akan aku kembalikan ke Anda nanti. Dia akan menjadi penerus yang layak ke tahta besar Pauravas. Ia akan menjadi yang terbesar di antara semua Pauravas yang telah menghiasi tahta raja-raja dari ras bulan.

Setelah mengatakan hal-hal ini Ganga meninggalkan raja dan pergi membawa serta anaknya. Raja Shantanu dilanda kesepian, kesedihan, dan patah semangat serta patah hati.


Catatan : Kisah ini bukan tulisan saya, tetapi terjemahan saya atas Mahabarata versi India yang saya temukan naskahnya di internet. Penamaan dalam kisah ini sedapat mungkin saya pertahankan sesuai aslinya, sehingga jika ada perbedaan dengan kisah Mahabarata versi Jawa ataupun Bali atau Sunda mohon dimaklumi.

By: Dedy Riyaldi

FOTO BY: NEVO SANTOSA

WAHAI  
Jika ini kemulyaan dari Allah dan cintanya hanya untuku..
mudahkan dan berilah sesuai keinginan hatinya
karena ia akan mengasihkan seluruhnya hanya padaKu
ia akan memberikan apapun yang ada padanya untuKu
tidak usah meminta juga tidak usah menyatukan jiwa
hanya untuk memenuhi keperluanKu
karena memang dirinya sudah menyatu dengan zat sang Maha
ia akan memenuhi cita dan semua harapan impianku
ia akan meraih semua perwujudan untukKu
ia lebih ikhlas atas penderitaanku
ia akan memenuhi apapun bentuk kasihku dalam ketetapanKU
ia akan lebih mengerti dari apa yang ingin kubagi
ia akan meyakinkan segala bentuk rupa dalam jedahku
ia akan menjaga dan memlihara takdirku
ia akan mengikuti dan menerima segala ucapKu
bahkan ia lebih mengerti segala bentuk burukku
ia akan lebih bijaksana dari kebijakan yang sudah terwakili
dari garis sinar kasih suci.. akan membuatKu hidup dan menghidupi

aku meminta padaMU dari dasar hati yang paling dalam
dari ketinggian arasi juga dari lapisan kerak bumi 
dari barat ke timur timur ke barat.. menyambung utara selatan
turunkahlah rezekiMU sperti dhuhaMU
pada cinta yang ingin membahagiakan diriku karenaMU..
ia yang sanggup menghentikan segala derita bumi karena ikhlasnya
juga karena ikhlas suci abadiMu yang akan kau limpahkan

aku menungguMU
sesuai janji dan perintahMU
siapapun engkau jika engkau adalah pilihan untukKU
maka do'a semesta alam atas namaNYA akan terwujud
sesuai perjalananmu hingga memanggil cinta dalam wujud keabadian..
Aku.. DiriMu.. diriNya.. mengitari seluruh jagat
sebagai kesaksian sebuah anugrah MAHA CINTA
karena cintaNYA
simpan keluh kesahmu karena Dia ada
     DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT LAGI 




By: Nenden Salwa


ARTI CINTA.... At, Hongkong

Ketika panas terasa sejuk.
Tak ada rasa untuk mengeluh,berterima kasih kepada alam.
Itulah tanda....cintamu kepada sang pencipta...
Ketika kecewa menjadi pengharapan penuh arti yg tak terlukiskan berjuta perasaan satu tujuan...
Itulah tanda ....cintamu kepada sang pujaan..
Ketika marah tertutup kasihan kabut dendam dicerai angin.
Ego dan nafsu ditimbun hancur...
Itulah tanda.....cintamu kepada sesama..
Ketika iman ditonjolkan dan perbedaan menjadi kebutuhan segala kekurangan dianggap pengalaman...
Itulah tandanya .....diri kita mengenal CINTA....
By: Artika Adipala Sera 




UNTUKMU YANG SENDIRI
by Menyus

Adakah yang kurang dariku
Rasa-rasanya sudah kuberikan semua
Tanpa sisa bahkan bayangankupun kau genggam
Jejak-jejak kakiku pun kusimpan
Kutata rapi dalam almari hatimu

Awalnyapun kau tahu asalku
Dendang lagu hidupkupun telah kau dengar
Bahkan nada falspun kau nikmati
Kau kumpulkan serpihan harapanku
Kau jadikan mahkota kehidupanmu

Apa yang belum pernah kulakukan untukmu
Dipercaya tapi dusta, pantang bagiku
Aku selalu bangun dalam tidurku......setiap saat
Kau dustakan kenikmatan dalam kebersamaan ini
Pergilah dan kemasi dustamu simpan dalam kehidupanmu

Hati ini harus kujaga sendiri , pantas atau tidak pantas ,suka atau tidak suka ,keyakinan akan bimbingaNYA lah yang membuatku kuat tanpamu , walau tak sendiri lagi.Jangan pernah berharap kau dengar sendunya lagu kerinduan ataupun kebangkitan gairah cinta............, lupakan sepanjang hidupmu.

kiriman dari Sontoso Didi


IF LOVE'S WILL LEAD YOU BACK


PENERBIT: QIBLAT BANDUNG


 FOTO ALM. MANG OLLA S SUMARNA PUTRA
Seorang budayawan, sejarawan dan sastrawan Sunda

Dimana aku bisa melihat wajah Bapak, terbungkus kapas. Bisa mencium wajahnya sebelum jasadnya tertimbun tanah. Setidaknya, aku bisa mengantar segala kedukaanku, sekaligus meminta maaf pada jasad bapak yang memaksaku untuk membeli minuman beralkohol (Black Lbel) dan Bapak meminunya dengan alasan buat obat dari segala penyakitnya ternyata  membuat bapak sakit berkepanjangan, akhirnya meninggal. 


AKu kebingungan kontrakku menyanyi di Cilegon kutinggalkan kemudian kubatalkan mengejar jasad bapak yang sudah dipergikan ke Limbangan Garut, kuputuskan menjemput adikku, Kelabang di Bandara Sukarno Hatta yang datang bersama anak-anaknya...


BAPAK SUDAH TERKUBUR TANAH MERAH

Bapak ini aku
Ingin membaktikan di akhir hayatmu
Selama hidupku aku buta akan dirimu
Tak cukup rasanya memberikan 
yang terbaik padamu
Kini kau telah membujur
Diriku tak berbalas jasa
Mengantar jasad mencium tanah
Memandang gundukan tanah kemerahan
Saat kau beristirahat
Meninggalkan diriku dalam penyesalan… 
Maafkan diriku ..
BY: NENDEN SALWA 













MENGHADIRI PELUNCURAN BUKU RANGGAMALELA (UNPAD)



1 komentar:

agungpambudi72 mengatakan...

semoga lestari dan tetap jaya bumi nusantara atas kehendak dan ridhonya....gemah ripah loh jinawi,tata tentrem karta raharja...